Happy Anniversary 6TH Backpacker Dunia

BD6TH5Posting5

Bersama Mbak Elok, Pendiri Komunitas Backpacker Dunia

Praktis, sudah dua tahun saya absen di acara Gathering Backpacker Dunia yang selalu diadakan setiap satu bulan sekali.

Sejak saya bertemu BlūShumei, Vespa (Klasik) Super keluaran tahun 1978 warna biru malam kepunyaan saya yang cantik banget itu, tanpa sadar, hobi saya teralihkan pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Vespa, seperti hangout bareng anak Vespa, hunting assesoris Vespa, utak-atik Vespa, modif-modif Vespa, cium-cium Vespa, elus-elus Vespa, peluk-peluk Vespa, kelonan sama Vespa, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan dunia per-Vespa-an.

Alasan saya memilih Vespa klasik selain biar kelihatan tampil beda juga karena bentuk Vespa klasik itu menurut saya sexy. Vespa punya kesan santai atau sederhana atau humble namun elegan. Buat saya, jalan-jalan sore keliling kota dengan menunggangi Vespa terasa sangat menyenangkan. Apalagi sambil menggoda perempuan-perempuan karir yang pada pulang kantor. Wangi-wangi belia berkelebatan. Suit… suit… hehehe…

Dan, karena keasikan baru tersebut, saya jadi jarang dan lama-lama jadi tidak pernah datang lagi ke acara Gathering Backpacker Dunia.

Anyway, sebagai pengantar, Backpacker Dunia adalah komunitas tempat kumpul-kumpul dan berbagi pengalaman serta informasi tentang perjalanan ke luar negeri yang berhasil dilakukan secara mandiri. Backpacker Dunia lahir pada tanggal 05 September 2009 dari rahim pemikiran atau gagasan Elok Dyah Messwati atau yang akrab disapa Mbak Elok. Beliau dikenal sebagai seorang jurnalis Kompas sekaligus penulis independen buku “Backpacking Hemat Ke Aussie”

Pada awalnya Backpacker Dunia merupakan wadah sekaligus sarana untuk mempromosikan buku “Backpacking Hemat Ke Aussie”. Grup yang mulanya hanya membahas sesuai isi buku lambat laun topiknya semakin meluas tidak hanya seputaran Australia saja, namun meluber ke berbagai negara-negara di seluruh penjuru dunia.

Seiring berjalannya waktu, member Backpacker Dunia terus bertambah. Diperkirakan sampai sekarang sudah mencapai hampir 80.000 member yang tersebar baik di dalam negeri maupun yang di luar negeri. Untuk Backpacker Dunia Regional sudah terbentuk tidak kurang berjumlah 28 mulai dari Backpacker Dunia Regional Jabodetabek (Pusat), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan seterusnya.

Member Backpacker Dunia terdiri dari individu-individu yang memiliki hasrat menjelajah dunia secara mandiri. Melalui komunitas Backpacker Dunia para member bisa berbagi pengalaman dan informasi mengenai banyak hal yang berkaitan dengan aktivitas Backpacking, seperti itinary, rute, aplikasi visa, berburu tiket penerbangan murah, mencari penginapan murah, cara berhemat dalam perjalanan, dan lain sebagainya. Perjalanan ala Backpacking (diharapkan) bisa menumbuhkan wawasan, pikiran terbuka, toleransi, dan menjadi pribadi yang rendah hati dalam diri seorang Backpacker.

Saya sendiri mulai aktif tergabung dalam Backpacker Dunia ketika komunitas ini telah berjalan tiga tahun. Dari komunitas Backpacker Dunia saya mendapatkan teman-teman dan sahabat-sahabat yang luar biasa sekaligus selalu menginspirasi. Mereka tidak pelit berbagi tips dan trik kepada saya. Saya juga bisa bertemu penulis-penulis perjalanan yang kebetulan diundang pada saat acara Gathering, seperti salah satunya adalah Mas Agustinus Wibowo yang terkenal dengan trilogi Selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol.

Hari Sabtu kemarin, tanggal 05 September 2015, setelah dua tahun menghilang, atas saran dan ajakan sahabat baik saya, Mas Fakhruddin, saya mencoba menyambung tali silaturahmi kembali dengan menghadiri Gathering sekaligus merayakan ulang tahun Backpacker Dunia yang ke 6 (enam) yang diselenggarakan di Museum Bank Mandiri – Kompleks Cagar Budaya Kota Tua – Jakarta Barat. Sebagaimana biasanya Gathering ini tidak pernah dipungut biaya. Member yang hadir diperkenankan membawa makanan atau minuman (potluck) untuk dikonsumsi bersama-sama.

BD6TH1Posting1

Empat Petualang, Dari Kiri Ke Kanan : Alim, Saya, Mas Fakhruddin, Iwan Irawan

Jujur, rentang waktu menghilang yang lumayan panjang membuat saya agak canggung untuk masuk ke dalam aula tempat diselenggarakannya acara Gathering. Cukup lama juga saya berdiam di luar mempersiapkan mental. Saya orang yang mudah minder. Beruntung, siang itu semilir angin berhembus dengan mesranya. Iramanya yang sepoi-sepoi seketika menenangkan kegugupan jiwa dan raga lalu menyapu kebimbangan dalam pikiran. Setelah menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskannya bagai tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi di bawah laut, saya segera melangkahkan kaki menuju meja registrasi.

Registrasi dalam acara Gathering Backpacker Dunia hanya mengisi biodata seperti nama, nomor kontak, dan alamat email. Sekali lagi saya tegaskan : tidak dipungut biaya. Kemudian member diharuskan menulis nama lengkap atau nama sapaan untuk ditempelkan pada baju. Gunanya agar sesama member bisa saling kenal satu sama lain dan bagi yang beruntung bertemu jodoh bisa segera melangsungkan pernikahan. Maklum setiap Gathering selalu ada saja member baru yang sangat antusias untuk bergabung.

Di pintu masuk, Mas Arief Hendarto, salah satu senior yang sekaligus adalah suami Mbak Elok menyapa dan menyalami saya. Kami saling bertukar kabar dan ngobrol-ngobrol sebentar. Karena tempat duduk yang tersedia sudah penuh, saya bergegas menuju ke belakang bergabung dengan kawan-kawan dari Metro TV yang kebetulan meliput acara ulang tahun ke 6 (enam) Backpacker Dunia.

Acara yang dipandu oleh host/MC kekinian nan ceriwis lagi centil sekaligus pecah banget, Agil Jolie, dan dihadiri langsung oleh tidak kurang dari 350 member yang tersebar di seluruh Indonesia maupun member yang berdomisili di luar negeri berjalan sangat meriah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam acara ulang tahun yang ke 6 (enam) ini diramaikan pula oleh penampilan band lokal anak muda Jakarta beraliran pop-reggae yang kabarnya merupakan kado dari salah satu member perwakilan Pontianak bernama Mas Eko Wahyudi. Beberapa member ikut berpartisipasi dalam International Costum Contest yang cukup seru dimana peserta dinilai dari pakaiannya yang mencerminkan negara-negara tertentu yang pernah dijadikan destinasi backpacking. Kontes ini dimenangkan oleh Mas Jaka “De Chef” Maulana yang menggunakan pakaian khas ala Emir dari Timur Tengah. Konon, Mas Jaka ini pernah merantau dan bekerja sebagai Chef pada salah satu restoran terkenal di Saudi Arabia. Sebenarnya saya sendiri menjagokan peserta yang menghadirkan Hanbok, kostum Korea Selatan. Dia adalah seorang dara manis yang memiliki andheng-andheng di dagu bawah bibirnya yang sensual. Saya lupa namanya.

Puncaknya ada dua doorprize berupa tiket gratis pulang pergi Jakarta – Jepang. Dua member yang beruntung mendapatkan doorprize tersebut adalah Etha dan Hendro. Beberapa member lainnya mendapatkan penghargaan atas kontribusi tak kenal lelah demi perkembangan Backpacker Dunia seperti Mas Deni Tambayong dan yang paling menginspirasi seperti Cak Lukik.

BD6TH2Posting2

Niatnya Ingin Berpose Ala The Beatles, Jatuhnya, Malah Mirip F4

Mungkin ini sedikit norak, tapi terus terang saja, saya bahagia sekali ketika Mbak Elok yang sangat ramah itu tanpa saya sadari kehadirannya di belakang tempat saya berdiri menikmati kemeriahan acara memanggil nama saya dan memperkenalkan saya ke beberapa member lainnya yang kebetulan juga sedang berdiri di belakang. Salah satunya kepada Mas Angga Dwi Putra, member yang juga menjadi pemateri untuk berbagi pengalaman. Duh, malunya saya. Padahal Mas Angga ini sudah berhasil berkelana ke kurang lebih 40 negara. Sedangkan saya baru belasan saja. Tapi itulah Mbak Elok, selalu bangga kepada semua member-member Backpacker Dunia yang bisa melakukan perjalanan mandiri dan menularkan pengaruh-pengaruh positif. Mbak Elok adalah Ibu dari Backpacker Dunia. Dari sinilah saya terlecut untuk terus belajar mereduksi sifat minder saya.

Di tengah keriuhan acara, sayup-sayup hasrat backpacking yang sekian waktu berhibernasi, pelan namun pasti mulai menggeliat-geliat dan terbangun lagi. Ah, saya jadi teringat Mbak Shumei yang belum berhasil saya temui saat berkelana ke negaranya setahun yang lalu. Tiba-tiba saya rindu aroma bandara dan berada di tengah keterasingan negeri-negeri antah berantah.

Happy Anniversary 6TH Backpacker Dunia.

Semoga anggotanya semakin banyak dan terus bertambah.

Iklan

5 respons untuk ‘Happy Anniversary 6TH Backpacker Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s